Pengajian Akhir Ramdhan 1443 H: Puasa Meningkatkan Ketaqwaan

Magelang – Pada hari keduapuluh Ramadhan 1443 H bertepatan dengan penanggalan masehi 22 April 2022, Guru dan Karyawan SMK Muhammdiyah Salaman mengikuti Pengajian Akhir Bulan Ramadhan dengan pembicara Ustad Drs. H. Jumari. Acara tersebut bersamaan dengan Rapat Rutin Guru dan Karyawan SMK Muhammadiyah Salaman dan Pengajian Jumat Pon.

Puasa Meningkatkan Ketaqwaan menjadi topik pada pengajian hari itu. Ustad Drs. H. Jumari memaparkan bahwa ada lima syarat yang harus dipenuhi seseorang yang berpuasa. Pertama, seseorang harus bertaqwa terlebih dahulu sebelum berpuasa. Hal ini meruapakan syarat utama orang yang berpuasa. Jika orang tersebut bertaqwa maka ia akan mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kedua, harus memiliki pengetahuan tentang untuk apa berpuasa, bagaimana cara berpuasa. Ketiga, harus mau bersyukur karena puasa mengajarkan seseorang untuk bersyukur atas nikmat yang diterimanya. Keempat, harus mau mengerti petunjuknya karena pada akhirnya puasa akan menjadi petunjuk untuk mencapai ketaqwaan. Terakhir, setelah berpuasa harus mau bertaqwa. Hal terakhir inilah, tujuan akhir dari berpuasa yaitu agar orang bertambah ketaqwaannya.

Pada intinya, ketika seseorang berpuasa itu harus diawali dengan ketaqwaannya kepada Allah SWT dan berakhir dengan ketaqwaan yang bertambah.

Selanjutnya, beliau memaparkan ukuran taqwa. Menurut Ali, ukuran taqwa seseorang yang pertama adalah takut kepada Allah. Diriwayatkan bahwa Rasullah pernah diuji perihal ‘selimut’. Oleh karena, ketakutannya kepada perintah dan larangan Allah maka selamatlah beliau dari marabahaya.

Ukuran yang kedua yaitu beramal menurut Al Quran. Perintah dan larangan Allah SWT tertulis dengan jelas di Al Quran. Jika seseorang bertaqwa maka mereka akan mematuhi dan menjauhi hal yang tertulis di Al Quran. Dengan kata lain, ia mau mengamalkan isi kandungan Al Quran.

Ketiga, khonaah dalam hal yang sedikit. Ukuran taqwa ini diwujudkan rasa ikhlas saat mengamalkan perintah dan meninggalkan larangan Allah SWT.

Ukuran taqwa yang terakhir adalah mempersiapkan diri menghadapi mati. Tidak satupun yang tahu jadwal mati seseorang. Maka persiapkanlah.

Kematian harus dipersiapkan dengan amal sholeh dan dosa yang akan diampuni. Oleh karena itu, manusia harus bersikap rendah hati dengan senantiasa bertaubat. Amal sholeh juga harus dipersiakan karena ada amal sholeh yang takkan terputus adalah sedekah jariah, doa anak sholeh, dan ilmu yang bermanfaat.

Kontributor: Ruliani Adininggar, S. S.
Fotografer : Danang Setia Aji, S. Pd.