Magelang, 6 September 2025 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Kampus 3 SMK Muhammadiyah Salaman di Kabupaten Magelang. Acara tersebut menjadi momentum penting bagi sekolah dalam memperluas fasilitas pendidikan, terutama untuk mendukung pengembangan program keahlian baru dan peningkatan kapasitas pembelajaran berbasis industri.
Pembangunan kampus baru ini berlokasi tidak jauh dari kompleks utama SMK Muhammadiyah Salaman. Kampus 3 dirancang untuk menjadi pusat pengembangan layanan kesehatan dan vokasi unggulan, dengan fasilitas modern seperti laboratorium praktik, ruang multimedia, serta area pembelajaran kolaboratif. Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi atas langkah progresif sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan kejuruan di daerah.
“SMK Muhammadiyah Salaman adalah contoh nyata sekolah yang berkembang dari bawah, dengan semangat kemandirian dan kolaborasi. Kampus 3 ini bukan hanya perluasan fisik, tetapi juga simbol tekad untuk melahirkan generasi yang kompeten dan berkarakter,” ujar beliau.
Selain Mendikdasmen, acara ini juga dihadiri oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang, perwakilan Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat setempat. Hadir pula Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Salaman, guru, siswa, dan para alumni yang turut memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Salaman menegaskan bahwa pembangunan Kampus 3 ini merupakan bentuk komitmen sekolah untuk memperluas akses pendidikan dan mempersiapkan lulusan yang lebih siap menghadapi dunia kerja. “Kami berkomitmen menjadikan kampus baru ini sebagai tempat pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, terutama di bidang layanan kesehatan dan bisnis digital,” ungkapnya.
Pembangunan Kampus 3 SMK Muhammadiyah Salaman akan dilaksanakan secara bertahap dengan dukungan dana dari berbagai pihak, termasuk donatur Muhammadiyah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tahap awal pembangunan difokuskan pada penyediaan sarana praktik untuk jurusan Layanan Kesehatan (LK) dan Kuliner, disertai ruang pembelajaran interaktif yang mendukung metode Project Based Learning (PBL).
Acara peletakan batu pertama berlangsung khidmat namun penuh semangat. Para siswa menampilkan sejumlah karya dan kreativitas dari masing-masing jurusan, seperti pameran hasil desain DKV, demonstrasi masak sehat dari jurusan Kuliner, serta penampilan musik dari ekstrakurikuler sekolah. Kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi seluruh warga sekolah dalam menyambut era baru SMK Muhammadiyah Salaman yang lebih maju dan profesional.
Dengan hadirnya Kampus 3, SMK Muhammadiyah Salaman menegaskan posisinya sebagai salah satu SMK unggulan di Kabupaten Magelang yang terus berinovasi dan berkembang. Pembangunan kampus ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman, menghadirkan pendidikan vokasi yang tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga generasi berkarakter Islami dan berdaya saing global.
