SALAMAN — Menanamkan kepedulian sosial tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dari seribu rupiah yang disisihkan setiap pagi, SMK Muhammadiyah Salaman mengajarkan arti syukur, keikhlasan, dan kepedulian melalui GISS (Gerakan Infaq Seribu Sehari).
GISS merupakan gerakan bersama yang melibatkan seluruh keluarga besar SMK Muhammadiyah Salaman, mulai dari murid, guru, hingga karyawan. Setiap pagi, warga sekolah membiasakan diri menyisihkan sebagian rezekinya untuk diinfaqkan. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter sekaligus pengamalan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar mengumpulkan dana, GISS menjadi media pendidikan bagi seluruh warga sekolah untuk memahami bahwa berbagi merupakan wujud rasa syukur kepada Allah Swt. sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama. Nilai ta’awun atau saling menolong ditanamkan melalui praktik nyata, sehingga kepedulian tidak hanya dipelajari sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar dilakukan dalam kehidupan sekolah.
Dana yang terkumpul kemudian dikelola untuk memberikan manfaat secara nyata. Salah satu pemanfaatannya adalah bantuan dan beasiswa bagi murid yatim, piatu, maupun murid yang membutuhkan dukungan. Dana GISS juga dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di lingkungan sekolah.
Melalui gerakan ini, SMK Muhammadiyah Salaman berupaya membangun budaya sekolah yang tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten secara akademik dan vokasional, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kepedulian, rasa syukur, dan semangat berbagi.
GISS menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak selalu diukur dari besar kecilnya nominal. Ketika dilakukan bersama-sama dan dilandasi keikhlasan, seribu rupiah dapat menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang memberikan manfaat bagi banyak orang. (NL)
