MAGELANG – Dalam upaya memperkuat budaya sekolah yang positif dan membangun karakter unggul peserta didik, SMK Muhammadiyah Salaman menggelar Workshop Gerakan 7 KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) pada Kamis (13/11) pukul 13.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di meeting room sekolah tersebut diikuti oleh seluruh guru dan karyawan.
Workshop ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya fokus pada kecakapan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa melalui pembiasaan positif. Dengan pendekatan yang terstruktur, Gerakan 7 KAIH diharapkan mampu menjadi budaya sekolah yang konsisten diterapkan oleh seluruh warga SMK Muhsal.
Pemantapan Peran Guru dan Karyawan dalam Pendidikan Karakter
Kegiatan workshop diawali dengan pemaparan mengenai pentingnya pembiasaan dalam membentuk perilaku dan karakter peserta didik. Arie Purwandari, S.Pd., M.Pd., selaku Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 8 Provinsi Jawa Tengah, menjadi narasumber utama.
Dalam penyampaiannya, Arie menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak pernah berlangsung instan, melainkan melalui proses panjang yang dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
“Proses pembentukan karakter seseorang diawali dari pembiasaan. Dari pembiasaan akan berubah menjadi kebiasaan, dari kebiasaan akan menjadi kepribadian, dan dari kepribadian akan membentuk peradaban,” tuturnya.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan karakter. Guru dan karyawan bukan hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga teladan utama yang akan diikuti perilakunya oleh peserta didik.
Gerakan 7 KAIH: Membiasakan Kebiasaan Baik di Lingkungan Sekolah
Gerakan 7 KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) merupakan pendekatan pendidikan karakter yang menekankan pada tujuh kebiasaan positif yang bisa diterapkan oleh siswa setiap hari. Meski setiap sekolah dapat mengembangkan modelnya masing-masing, substansinya tetap sama: membangun karakter unggul melalui kebiasaan yang baik.
Dalam workshop ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai tujuh pilar kebiasaan tersebut, serta strategi penerapannya di lingkungan sekolah. Guru dan karyawan diajak untuk membangun kesadaran bahwa pembiasaan harus dimulai dari diri sendiri sebelum diterapkan kepada peserta didik.
Membangun Budaya Positif dan Lingkungan Belajar yang Berkarakter
Melalui workshop ini, SMK Muhammadiyah Salaman menegaskan kembali komitmennya dalam membangun budaya sekolah yang kuat. Pendidikan karakter tidak bisa dilakukan hanya melalui slogan atau kegiatan seremonial, melainkan harus diterapkan setiap hari dalam tindakan nyata.
Kepala sekolah bersama seluruh jajaran berharap, dengan penerapan 7 KAIH secara konsisten, peserta didik dapat berkembang menjadi generasi yang:
-
Berakhlak mulia
-
Disiplin
-
Bertanggung jawab
-
Mampu bekerja sama
-
Memiliki etos kerja tinggi
-
Adaptif terhadap perubahan
-
Mampu berkontribusi dalam masyarakat
Melalui kerja sama antara guru, karyawan, dan seluruh elemen sekolah, SMK Muhsal ingin menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya membangun kecerdasan, tetapi juga membentuk karakter unggul sebagai fondasi masa depan peserta didik.
Komitmen SMK Muhsal untuk Terus Berkembang
Kegiatan workshop ini merupakan salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Ke depan, SMK Muhammadiyah Salaman berencana memperluas implementasi Gerakan 7 KAIH melalui program mentoring, kegiatan kelas inspirasi, serta integrasi nilai karakter dalam setiap mata pelajaran.
Dengan langkah-langkah tersebut, sekolah optimis dapat menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan kompeten di bidang kejuruan, tetapi juga memiliki karakter kuat, beretika, dan siap bersaing di dunia kerja maupun masyarakat.
