SMK Muhammadiyah Salaman terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi dan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan iman dan akhlak mulia. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui program pembinaan khusus bagi murid yang belum mampu atau belum lancar membaca Al-Qur’an.
Program ini berangkat dari kenyataan bahwa murid yang belajar di SMK Muhammadiyah Salaman berasal dari latar belakang keluarga yang beragam. Tidak semua murid memiliki pengalaman dan kemampuan membaca Al-Qur’an yang sama. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab sekolah untuk memberikan pendampingan agar setiap murid mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan keagamaannya.
Bagi SMK Muhammadiyah Salaman, pendidikan kejuruan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Sebagai sekolah Muhammadiyah, pendidikan juga diarahkan untuk membentuk pribadi yang beriman dan berakhlak mulia. Hal tersebut sejalan dengan visi sekolah dalam mewujudkan lulusan yang kompeten, beriman, dan berakhlak mulia.
Salah satu program yang dilakukan adalah tutor sebaya bagi murid yang belum lancar membaca Al-Qur’an. Melalui program ini, murid yang masih membutuhkan pendampingan terlebih dahulu diidentifikasi dan dipilih oleh Sie Keagamaan. Selanjutnya, mereka mendapatkan pendampingan secara khusus bersama murid-murid yang telah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik.
Tutor sebaya tidak dilakukan di dalam kelas reguler, tetapi dilaksanakan di tempat khusus yang telah disiapkan sekolah. Dalam kegiatan tersebut, murid yang menjadi tutor mendampingi temannya secara lebih intensif. Tutor dipilih dengan mempertimbangkan kemampuan membaca Al-Qur’an, termasuk ketepatan makhraj dan tajwid, sehingga pendampingan yang diberikan diharapkan dapat membantu memperbaiki bacaan sekaligus memberikan contoh yang benar.
Pendekatan tutor sebaya dipilih karena sekolah ingin membangun suasana belajar yang lebih dekat, nyaman, dan tidak membuat murid merasa minder dengan kemampuan baca Al-Qur’annya. Murid belajar bersama teman sebaya, saling membantu, dan tumbuh dalam suasana kebersamaan. Di sisi lain, murid yang menjadi tutor juga belajar mengembangkan kepedulian, tanggung jawab, dan kemampuan membimbing orang lain.
Pembinaan khusus tersebut juga diperkuat melalui tadarus Al-Qur’an pada jam pelajaran terakhir. Pada waktu tersebut, seluruh kelas melaksanakan kegiatan tadarus dengan didampingi oleh bapak dan ibu guru yang bertugas sebagai pengampu pada jam terakhir.
Tadarus tidak hanya menjadi sarana untuk melatih dan memperlancar bacaan Al-Qur’an murid, tetapi juga menjadi bagian dari pembiasaan bagi seluruh warga sekolah. Dengan adanya kegiatan tersebut, sekolah berupaya memastikan bahwa dalam satu hari terdapat waktu yang secara khusus digunakan oleh murid, guru, dan karyawan untuk membaca Al-Qur’an.
Dengan demikian, pembinaan Al-Qur’an di SMK Muhammadiyah Salaman dilakukan melalui dua pendekatan yang saling melengkapi. Tutor sebaya memberikan pendampingan khusus bagi murid yang membutuhkan, sedangkan tadarus menjadi pembiasaan bersama seluruh warga sekolah.
Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kehidupan sekolah. Nilai-nilai keagamaan tidak hanya diberikan sebagai materi pembelajaran, tetapi diupayakan menjadi bagian dari budaya dan kebiasaan sehari-hari.
Sekolah menyadari bahwa membentuk lulusan yang kompeten membutuhkan proses yang utuh. Murid perlu memiliki keterampilan untuk menghadapi dunia kerja, kemampuan untuk berwirausaha atau melanjutkan pendidikan, sekaligus memiliki fondasi iman dan akhlak yang menjadi pedoman dalam kehidupannya.
Melalui pembinaan khusus, tutor sebaya, dan pembiasaan tadarus, SMK Muhammadiyah Salaman berkomitmen agar kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu bekal penting yang dimiliki setiap lulusan. Harapannya, setiap murid dapat menyelesaikan pendidikan tidak hanya dengan kompetensi kejuruan yang kuat, tetapi juga dengan kemampuan membaca Al-Qur’an dan karakter keagamaan yang baik.
