*Salaman, 5 November 2026* — SMK Muhammadiyah Salaman menyelenggarakan kegiatan Kelas Kreatif berupa pelatihan pembuatan hantaran atau seserahan yang diikuti oleh murid Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB). Kegiatan ini menghadirkan owner Squomosa Gift Borobudur sebagai narasumber sekaligus praktisi usaha hantaran. Kelas Kreatif ini diselenggarakan sebagai upaya sekolah untuk memperluas wawasan murid tentang dunia wirausaha, sekaligus mengembangkan kreativitas, inovasi, dan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi peluang usaha di masa depan.
Kegiatan dibuka oleh Kepala SMK Muhammadiyah Salaman, Nurul Laili, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Ketua Program Keahlian MPLB atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan yang melampaui batas pembelajaran di dalam kurikulum. Menurutnya, pembelajaran di sekolah perlu terus dikembangkan melalui pengalaman nyata yang memberikan ruang bagi murid untuk mengeksplorasi potensi, mengembangkan keterampilan, dan menemukan peluang usaha sesuai dengan minat serta kemampuan mereka.
Apresiasi juga disampaikan kepada murid-murid yang menunjukkan semangat dan kesungguhan dalam mengikuti Kelas Kreatif. Beberapa murid bahkan berinisiatif membeli sendiri perlengkapan yang akan digunakan untuk membuat seserahan, meskipun sebelumnya telah disampaikan bahwa mereka dapat memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di rumah.
“Semangat dan kesungguhan seperti ini patut diapresiasi. Kreativitas tidak selalu harus dimulai dengan modal yang besar. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, mencoba, dan mengembangkan apa yang kita miliki,” ungkap Nurul Laili. Beliau juga menegaskan bahwa sebuah ide tidak boleh berhenti pada tahap pemikiran semata, tetapi harus diwujudkan menjadi tindakan nyata. Setiap gagasan yang baik perlu diaktualisasikan melalui keberanian untuk mencoba, ketekunan dalam proses, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan.
“Ide tidak boleh hanya berhenti sebagai ide. Harus ada keberanian untuk mewujudkannya, apa pun tantangannya. Dari proses itulah kita belajar, berkembang, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” pesannya kepada para murid. Dalam pelatihan ini, murid mendapatkan kesempatan untuk mengenal proses pembuatan hantaran secara langsung, mulai dari pengembangan ide, pemilihan bahan, hingga penataan dan pengemasan seserahan agar memiliki nilai estetika dan nilai jual.
Melalui pendampingan praktisi usaha, murid diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga memahami bahwa kreativitas dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan apabila dikembangkan dengan kesungguhan, inovasi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar. Kegiatan Kelas Kreatif ini menjadi salah satu bentuk komitmen SMK Muhammadiyah Salaman dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi murid. Sekolah terus mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran yang mampu membekali murid dengan keterampilan, kemandirian, serta jiwa kewirausahaan sebagai bekal untuk masa depan. (NL)
